Tuku “Kopi susu Tetangga” di Kopi Tuku Tempat Ngopinya Pak Jokowi


Kopi Susu Kopi Tuku
Pak Jokowi dan Bu Iriana yang sedang minum Kopi Susu nya kedai Kopi Tuku. Pict by ig tokokopituku

Kopi susu belakangan ini benar-benar sedang naik daun. Dimana-mana demam kopi susu. Penjualan kopi susu di kedai pun melebihi penjualan jenis sajian kopi lainnya. Bahkan cappucino pun kalah penjualannya jika dibandingkan dengan kopi susu. Apalagi kopi filter. Sebenarnya awal mula demam kopi susu ini berawal dari mana?

Masih ingatkan teman-teman ketika Pak Jokowi mendadak meminta untuk berhenti dan mampir ke kedai kopi? Ternyata kedai kopi itu adalah kedai Kopi Tuku. Kedai Kopi Tuku yang dihampiri oleh Pak Jokowi waktu itu berada di bilangan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Kemudian Pak Jokowi memesan menu “Es Kopi Susu Tetangga” yang kemudian menjadi viral. Karena kedatangan Pak Jokowi inilah kemudian nama Kopi Tuku menyebar kemana-mana dan orang-orang semakin penasaran dengan kopi susu dan Kopi Tuku.

Kopi Tuku mulai berdiri sejak tahun 2015 dan merupakan hasil buah karya seorang pemuda bernama Andanu Prasetyo yang biasa dipanggil Mas Tyo. Pemilik kopi tuku yakni Mas Tyo awal mulanya mendirikan kedai Kopi Tuku adalah karena Mas Tyo merasa miris dengan perkembangan dunia kopi Indonesia dimana negara Indonesia adalah negara pengekspor kopi terbesar nomor tiga di dunia namun konsumsi kopi nya sangat rendah sekali. Maka Mas Tyo kemudian memberanikan diri untuk membuka kedai kopi.

Andanu Prasetyo Kopi Tuku
Mas Tyo pemilik Kopi Tuku. Pict by ig buni297

Ternyata makna dari Kopi Tuku begitu mendalam sekali. Kopi Tuku buka dan hadir bukan hanya untuk bersifat komersil tetapi juga memberikan makna yang lebih kepada sekitarnya. Jauh sebelum terkenal seperti sekarang, Kopi Tuku yang hanya mempunyai sedikit pegawai sering sekali dibantu operasional sehari-hari nya oleh tetangga yang ada di sekitar kedai Kopi Tuku. Mas Tyo bilang bahwa kedai Kopi Tuku juga harus bermanfaat bagi orang sekitar. Yaitu tetangga dan masyarakat Kopi Tuku.

Sekarang kedai Kopi Tuku berkembang pesat dan sudah ada tiga cabang yaitu di Cipete, Pasar Santa dan Bintaro. Ketika ditanya kepada Mas Tyo apakah akan membuka waralaba sejenis franchise karena banyak sekali yang tertarik untuk menjalin kerjasama dalam bentuk franchise, Mas Tyo dengan dengan tegas menjawab bahwa Kopi Tuku tidak akan difranchise kan. Tidak akan diwaralaba kan.
 Saya setuju dengan Mas Tyo. Konsep yang sudah ada di Kopi Tuku tidak akan bisa dengan gampang ditiru oleh orang lain. Tidak akan gampang bisa dimanifestasikan dalam bentuk yang lain. “Es Kopi Susu Tetangga” yang sudah viral ini pun sudah melekat erat dengan nama Kopi Tuku. Sama halnya jika kita berbicara konsep kedai kopi Klinik Kopi miliknya Mas Pepeng. Belum tentu dapat ditiru dan dicontoh oleh orang lain kan? Jadi jangan heran walau banyak sekali sekarang orang berjualan kopi susu karena Kopi Tuku, belum tentu mereka dapat menyamai penjualan dan nama dari Kopi Tuku. Karena Kopi Tuku sudah bernilai dan mempunyai arti yang bukan hanya sekedar kopi susu. Jadi ketika ditanya apakah akan takut dengan persaingan kopi susu, saya yakin Mas Tyo dan Kopi Tuku nya tidak akan mudah digoyahkan apalagi takut. Ketika rasa “Es Kopi Susu Tetangga” dan kualitasnya sudah terbukti, maka orang pasti akan kembali untuk memesan lagi.

Kopi Susu Kopi Tuku
Kopi Susunya Kopi Tuku. Pict by ig baristakekinian

Terlepas dari semua itu, sajian kopi susu tidaklah gampang dibuat seperti yang ada di benak kita. Di pikiran kita, mungkin kopi susu gampang dibuat. Cukup dibuat dari kopi dengan dasar cold brew atau espresso dan ditambahkan dengan susu segar lalu jadilah kopi susu. Maka Anda sudah salah  besar.

Jika Anda berkunjung ke kedai Kopi Tuku, coba Anda luangkan waktu sejenak untuk melihat proses pembuatan “Es Susu Tetangga” itu secara detil dan Anda akan terbelangak betapa proses pembuatannya cukup ribet dan riweh. Kopi Tuku sangat teliti dengan detil rasa dan aroma. Semua bermula dari proses roasting dan resting yang sudah dipikirkan matang-matang. Bagaimana kemudian mereka mencampurkan paduan kopi dan susu pun tidak dapat dipandang remeh. Susu atau kopi dulu yang kita campurkan. Dan memang benar itu mempengaruhi rasa. Tidak sepele. Semuanya profesional. Luar biasa!

Bagi Anda yang penasaran dengan kopi susu, Anda juga dapat memesan kopi susu nya Kopi Tuku lewat Go Food. Harganya? Murah kok untuk ukuran kopi susu yang enak dan berkualitas. Es Kopi Susu Tetangga dibanderol Rp 18.000. Murah kan?

Pada akhirnya, hal yang dapat kita petik dari Kopi Tuku adalah bukan viralnya. Tapi makna dan esensi dari Kopi Tuku yang memberikan kualitas dari sajian kopi susu yang luar biasa. Jika rasanya enak, maka orang akan datang kembali lagi. Jika rasanya sampah, walau seviral apapun, jangan berharap mereka akan kembali lagi. Jadi, jangan asal ikut demam kopi susu ya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tuku “Kopi susu Tetangga” di Kopi Tuku Tempat Ngopinya Pak Jokowi"

Post a Comment