Ini Pengaruh Ketinggian Tanam Terhadap Rasa dan Aroma Kopi

Jenis Tanah Tanaman Kopi
Pict by coffeelands.crs.org

Ketika Anda menyaksikan perlombaan Indonesia Coffee Events (ICE) atau pun kejuaran dan perlombaan kopi lainnya, Anda pasti akan mendengar penjelasan mengenai ketinggian tanam dari biji kopi yang dipakai oleh para peserta kepada dewan juri.

Baca juga : Juara Indonesia Coffee Events (ICE) 2018 Wilayah Timur Dirajai oleh Common Grounds Surabaya

Saya akan menyajikan kopi Malabar proses natural yang ditanam pada ketinggian 1.400 sampai dengan 1.800 mdpl

Setelah menyampaikan di ketinggian berapa kopi yang mereka pakai tersebut ditanam, mereka kemudian akan berlanjut menjelaskan karakteristik dari kopi yang akan mereka sajikan.

Kopi ini mempunyai aroma dan rasa dengan sensasi buah-buahan tropis, manis, dan aroma bunganya kuat sekali

Sebenarnya apa maksud dan tujuan dari para barista itu memberi informasi mengenai ketinggian dimana kopi tersebut ditanam? Ternyata ketinggian tanam mempunyai peran dan pengaruh terhadap rasa dari kopi.

Pada saat ke kedai, coba Anda perhatikan perbedaan ukuran pada biji kopi. Ternyata mereka mempunyai perbedaan.  Coba Anda perhatikan juga biji kopi yang belum disangrai berwarna hijau atau biru. Seberapa besar ukuran bijinya. Perlakuan apa yang kemudian menyebabkan kopi tersebut berbeda warna dan ukuran? Ternyata ketinggian tanam dari kopi berpengaruh terhadap variabel-variabel tersebut.

Tipe Biji Kopi
Pict by coffeeloversguide.com

 

Syarat Tumbuh Tanaman Kopi

Ketinggian pada proses tanam kopi ternyata mempunyai pengaruh yang cukup besar. Ketinggian tanam kopi akan berpengaruh terhadap ukuran biji kopi, bentuk biji kopi dan yang pasti rasa dari biji kopi. Kopi arabika biasanya tumbuh lebih tinggi dari kopi robusta.

Kopi arabika biasanya tumbuh pada ketinggian 1.800 sampai dengan 6.300 mdpl dan suhunya lebih dingin. Sedangkan kopi robusta sudah dapat tumbuh pada ketinggian 600 sampai dengan 2.400 mdpl dengan suhu yang lebih hangat.

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta
Pict by 1912pike.com

Biji kopi yang dihasilkan dari tanaman kopi yang tumbuh di dataran tinggi seperti kopi arabika akan lebih keras dan padat dari robusta. Celah dari biji kopi pun akan lebih rapat. Pada dataran tinggi, proses pertumbuhan kopi akan lebih lambat dari dataran yang lebih rendah. Proses pertumbuhan yang lambat berpengaruh terhadap pertumbuhan biji kopi.

Pengaruh tekanan udara yang lebih rendah di dataran tinggi mengakibatkan proses tumbuh tanaman menjadi lebih lambat. Namun proses yang lebih lambat tersebut berdampak positif terhadap kualitas biji kopi arabika. Biji kopi arabika akan mengandung lebih banyak gula dan lebih berwarna rasanya dikarenakan proses pertumbuhan yang lambat tersebut.

Coffee taster's flavor wheel
Pict by counterulculturecoffee.com


Aliran air pada dataran tinggi mengalir ke dataran lebih rendah dan berakibat pada proses penyerapan air tanaman kopi. Buah kopi yang dihasilkan pun menjadi lebih besar. Selain itu, hanya sedikit tanaman yang mampu tumbuh pada dataran tinggi. Karena sedikitnya vegetasi yang tumbuh, kemungkinan penyakit tanaman pun lebih rendah.

Berbeda dengan kopi arabika, kopi robusta cenderung lebih lunak dari kopi arabika karena kopi robusta tumbuh lebih cepat di dataran rendah. Di dataran rendah, tekanan udara tidak begitu menghambat tanaman untuk tumbuh. Sehingga biji kopi robusta akan lebih lunak dan celah antar biji nya pun lebih renggang. Namun rasa dari kopi robusta tidak sekaya kopi arabika.


Rasa Kopi
Pict by dtcoffeeclub.com

Rasa dari biji kopi arabika lebih acid dan berkarakter. Aromanya pun semerbak. Rasa kopi arabika juga lebih berwarna dan beragam dibanding kopi robusta. Inilah salah satu alasan kenapa barista menginfokan di ketinggian berapa kopi ditanam karena barista ingin memberi tahu kita bahwa kopi yang sedang dia sajikan mempunyai karakter, rasa dan aroma yang beragam.

Definisi Ketinggian Tanam Kopi Ternyata Berbeda

Dari tadi kita sudah membahas dalam mengenai ketinggian tanam kopi. Namun ketinggian tanam kopi untuk tumbuh ternyata berbeda antara satu daerah  dan yang lain. Definisi tinggi agar kopi arabika dapat tumbuh pun berbeda.

Di Kosta Rika, kopi arabika tumbuh pada ketinggian 4.500 mdpl. Sedangkan di Ethiopia, kopi arabika tumbuh pada ketinggian 6.000 mdpl. Para ahli di bidang kopi kemudian menyepakati bahwa ketinggian minimum untuk kopi arabika adalah 4.000 mdpl.


Coffee Ripes
Pict by ig degayo.agri

Jika Anda bingung dengan ketinggian dan rasa dari kopi, tanya saja baristanya. Ketinggian dari kopi arabika pun ternyata berpengaruh terhadap rasa kopi yang identik. Berikut penjelasannya:
  • < 2.500 mdpl        : kopi nya cenderung ringan
  • 3.000 mdpl           : manis dan ringan
  • 4.000 mdpl           : citrus, vanilla, cokelat, dan kacang
  • > 5.000 mdpl        : pedas, aroma bunga dan buahnya kuat

Pengecualian Ketinggian Terhadap Kopi Hawaiian Kona 

Saya kaget ketika pertama kali tahu bahwa di Hawai ada kebun kopi dan terkenal enak. Namanya kopi Hawaiian Kona. Kopi Hawaiian Kona ini adalah kopi arabika. Yang kita tahu mengenai Hawai pada umumnya adalah pantai. Pantai identik dengan dataran rendah.

Lalu mengapa bisa ada perkebunan kopi arabika di Hawai? Bagaimana mungkin kopi arabika dapat tumbuh di dataran rendah yang bersuhu panas? Jangankan arabika, robusta pun mungkin tak mampu tumbuh.

Hawaiian Kona Coffee
Geografis Kopi Kona. Pict by bluehorsekona.com


Ternyata ketinggian bukan faktor utama dalam menentukan tumbuh kembang kopi dan penjenisan kopi arabika. Perubahan suhu juga berpengaruh besar. Jika suhu berpengaruh besar, Hawai sudah pasti panas. Ternyata belum tentu.

Kopi Hawaiian Kona tumbuh pada iklim dan suhu yang sama dengan kopi arabika pada umumnya. Berarti dingin? Ya dingin suhunya. Shawn Steiman Ph.D, seorang pakar botani dan paham dengan kopi menjelaskan bahwa suhu pada ketinggian tertentu dari suatu daerah dapat berbeda dengan daerah yang lain.

Semakin jauh suatu daerah dari garis ekuator, maka semakin turun suhunya. Hawaiian Kona tumbuh pada dataran yang rendah di Hawai. Tapi Hawai jauh dari garis ekuator. Jadi suhunya sama dingin dengan daerah yang tinggi tapi dekat dengan garis ekuator.

Hawaiian Kona Coffee Farms
Betapa dekatnya perkebunan kopi Hawaiian Kona dengan pantai. Pict by ohanaharbor.com

Jadi, 2.500 mdpl Hawai bisa jadi lebih dingin daripada 2.500 mdplnya Kolombia. Oleh karena itulah Hawaiian Kona dapat tumbuh maksimal seperti kopi arabika lainnya. 

Jenis Tanah yang Cocok untuk Tanaman Kopi

Selain ketinggian, tanah juga memegang peranan penting dalam produksi kopi. Tanah yang baik juga akan memaksimalkan produksi kopi karena tanah tempat kopi tumbuh merupakan awal sumber nutrisi bagi kopi. Produksi kopi meningkat maka berarti pendapatan yang juga meningkat bagi para petani kopi.

Namun realitanya sekarang, keseburan dan budidaya tanah dikesampingkan dari proses produksi kopi. Indonesia yang merupakan negara pengekspor kopi terbesar ketiga di dunia belum mempunyai kopi yang mendunia seperti kopi Panama Geisha. Aneh bukan?

Coffee Soils
Pict by Endri Yanto

Dari tanah, ada air, nitrogen, fosfor dan kalsium yang diserap oleh tanaman kopi. Berbagai unsur tersebut sangat dibutuhkan oleh tanaman kopi. Tanah yang bagus dan dirawat juga mampu menjaga jumlah ketersediaan air yang dibutuhkan oleh kopi.

Ketika tanah diperlakukan dengan baik, tentunya akan memberikan hasil yang baik pula. Nutrisi yang diserap dari tanah yang baik akan menghasilkan kopi yang berkualitas dalam hal rasa, aroma, dan juga body. Selain itu, nutrisi yang baik dari tanah akan membantu tanaman kopi dalam melawan penyakit dan hama.

Ternyata, ketinggian dan faktor lainnya sangat berperan penting bagi pertumbuhan tanaman kopi. Setelah membaca artikel ini, mungkin Anda akan semakin yakin bahwa kopi yang ada di meja Anda sudah melalui berbagai tahapan yang begitu kompleks mulai dari perencanaan tanam sampai dengan akhirnya ada di meja kita. Luar biasa kan kopi.






 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Pengaruh Ketinggian Tanam Terhadap Rasa dan Aroma Kopi"

Post a Comment